SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

Selasa, 16 Oktober 2012

lembaga dakwah kampus


LEMBAGA DAKWAH KAMPUS

BAB I
PENDAHULAUN

1.1  LATAR BELAKANG MASALAH

Dakwah Kampus merupakan salah satu bagian dari dakwah secara umum. Dakwah kampus mengkhususnya dirinya untuk bergerak dalam sebuah miniatur masyarakat kecil yang bernama masyarakat kampus. Oleh karena itu dalam menjalankan roda dakwahnya, Dakwah Kampus memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan dakwah di wilayah lain. Dengan kata lain, pola Dakwah Kampus tentu akan berbeda dengan pola di Dakwah Remaja Masjid, atau pada Dakwah di Perkantoran, dan sebagainya. Oleh karena itu, sebelum kita lebih jauh membicarakan mengenai bagaimana rincian pola dan strategi dakwah kampus, maka perlu kita pahami dahulu apa definisi dasar dari Dakwah Kampus.
Dakwah Kampus adalah dakwah ammah harokatudz dzahiroh dalam lingkup perguruan tinggi. Dakwah yang sifatnya terbuka, berorientasi kepada rekrutmen dakwah di kalangan civitas akademika secara umum, dan aktivitasnya dapat dirasakan oleh civitas akademika. Civitas akademika yang dimaksud di sini adalah para mahasiswa dan dosen perguruan tinggi. Civitas akademika merupakan bagian dari masyarakat kampus yang hidup dengan peraturan, ada peraturan kampus (rektorat), peraturan ormawa, dan sebagainya. Sehingga untuk dapat mengejewantahkan dakwah ammah harokatudz dzahirah tersebut, maka prinsip 'legal', 'formal', dan 'wajar' dalam kacamata civitas akademika, menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh Dakwah Kampus. Salah satu derivasi dari hal ini, maka biasanya sebuah lembaga dakwah kampus perlu membuat AD/ART sebagai bagian dari bentuk legalisasi organisasi dakwah kampus di sebuah perguruan tinggi.
...
Untuk menjalankan roda Dakwah Kampus, maka dibutuhkan personil-personil, yaitu Aktivis Dakwah Kampus (ADK). ADK adalah kader dakwah dan tarbiyah yang memiliki peran dalam Dakwah Kampus. Peran yang dilakukan bisa berupa sebagai pengurus lembaga dakwah kampus, murobbi kampus, dan sebagainya. Peran ADK ini bisa dijalankan oleh kader dakwah yang bertitel mahasiswa, atau dosen, atau kader dakwah lainnya yang bersinggungan dengan Dakwah Kampus. Mereka harus dapat bergerak bersama-sama dalam koridor strategi dakwah kampus yang bersangkutan.

Sebagaimana telah diungkapkan di atas, dalam pergerakannya dakwah kampus memiliki medan tersendiri. Medan pergerakan dakwah kampus adalah area di mana dakwah kampus mengaktualisasikan diri. Medan Dakwah Kampus yaitu lingkungan internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap dakwah kampus, meliputi manusia-manusianya (para civitas akademika, pejabat dan pegawai kampus, alumni), sarana-sarananya (lembaga kemahasiswaan, institusi perguruan tinggi, institusi pemerintah terkait, institusi kerjasama antar perguruan tinggi), dan aturan main yang berlaku (peraturan perundangan terkait, kurikulum dan sistem administrasi perguruan tingggi), serta sarana dan prasarana kampus.

Dan yang terakhir dalam kajian ini adalah tujuan Dakwah Kampus, terakhir dan sangat penting. Karena tujuan dakwah kampus harus selalu menjadi satu hal yang terus diingat oleh para ADK, agar mereka tahu ke mana arah dakwah kampus berjalan. Tujuan utama dari Dakwah kampus adalah adanya suplai alumni yang berafiliasi kepada Islam, dan optimalisasi peran kampus dalam upaya mentransformasi masyarakat menuju masyarakat Islami. Derivasi dari hal ini maka peran tarbiyah kampus yang berkesinambungan - untuk menghasilkan alumni-alumni yang berafiliasi kepada Islam - menjadi sangat penting. Derivasi lainnya, lembaga dakwah kampus perlu secara bertahap menjadi lembaga dakwah kampus yang matang, agar dapat memainkan perannya di perguruan tinggi yang bersangkutan untuk dapat mengusung perubahan. Mengenai tahapan dakwah kampus ini perlu kajian tersendiri.
1.2  RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tersebut antara lain :
v  Bagaimana menyampaikan dakwah dilingkungan kampus?
v  Apa tujuan dari lembaga dakwah kampus?



1.3  TUJUAN PENULIASAN

adapun tujuan penulisan makalah ini adalah
v  Melatih mahasiswa untuk memahami dan mendalami pokok-pokok ajaran yang sebagaimana diajarkan Rasulullah
v  Melatih mahasiswa untuk peka terhadap lingkungan kampus, agar dapat menuntun teman-teman lainnya menuju yang lebih baik




1.4  METODE PENULISAN

Dari banyak metode yang penulis ketahui, penulis menggunakan metode kepustakaan. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Penulis menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis, efektif, efisien, serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data – data tentang topik ataupun materi yang penulis gunakan untuk karya tulis ini.
I.5 RUANG LINGKUP
Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup karya tulis ini terbatas pada pembahasan mengenai lembaga dakwah kampus.


BAB II
PEMBAHASAN

II.1 HAKIKAT LDK
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) adalah sebuah organisasi kemahasiswaan intra kampus yang terdapat di tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia. Organisasi ini bergerak dengan Islam sebagai asasnya. Sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia pasti mempunyai LDK. Tiap-tiap perguruan tinggi, nama LDK bisa berbeda-beda. Kadang mereka menyebut dirinya sebagai Sie Kerohanian Islam, Forum Studi Islam, Lembaga Dakwah Kampus, Badan Kerohanian Islam, dan sebagainya.
Lembaga Dakwah Kampus adalah lembaga yang bergerak di bidang dakwah Islam, kampus merupakan inti kekuatannya, dan warga civitas akademika adalah obyek utamanya. Ditinjau dari struktur sosial kemasyarakatan, mahasiswa dan kampus merupakan satu kesatuan sistem sosial yang mempunyai peranan penting dalam perubahan sosial peri-kepemimpinan di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan dari potensi manusiawi, mahasiswa merupakan sekelompok manusia yang memiliki taraf berpikir di atas rata-rata. Dengan demikian, kedudukan mahasiswa adalah sangat strategis dalam mengambil peran yang menentukan keadaan masyarakat di masa depan. Perubahan masyarakat ke arah Islam terjadi apabila pemikiran Islam telah tertanam di masyarakat itu. Dengan berbagai potensi strategis kampus, maka tertanamnya pemikiran Islam di dalam kampus melalui dakwah Islam diharapkan dapat menyebar secara efektif ke tengah-tengah masyarakat.
Kondisi obyektif dari masing-masing kampus yang berbeda-beda menjadikan masing-masing Lembaga Dakwah Kampus berkembang dengan pola sendiri-sendiri, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Di samping itu, banyaknya persoalan dakwah di dalam kampus menyebabkan Lembaga Dakwah Kampus lebih mengarahkan perhatiannya ke dalam kampusnya masing-masing, dan kurang memberikan perhatian pada kebersamaan gerak dakwah. Keadaan ini berakibat melemahnya kekuatan gerak dakwah secara global. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu jalinan koordinasi yang baik di antara LDK yang ada demi terciptanya kekuatan gerak dakwah yang terpadu dan kokoh laksana satu bangunan yang saling menguatkan.


Wadah Antar Lembaga Dakwah Kampus

Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BK LDK)

Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BK LDK) merupakan salah satu bentuk koordinasi dakwah kampus yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, kompak, saling menguatkan laksana bangunan yang kokoh menuju terwujudnya kehidupan yang Islami dimana syariat Islam diterapkan secara menyeluruh. Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan diantaranya: Kongres Mahasiswa Islam Indonesia di Jakarta yang dihadiri lebih dari 5000 mahasiswa/i perwakilan Lembaga Dakwah Kampus dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hingga Papua, Simposium Nasional Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia dan Institut Pertanian Bogor, dan lain-lain. BK LDK memiliki jaringan dari Aceh hingga Papua.Saat ini Koordinator Nasional BKLDK di jabat oleh LDK DKM Universitas Padjadjaran yang juga merupakan perintis dari FSLDK Nasional.

 Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK)

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) merupakan wadah silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Indonesia. Saat ini lebih populer dengan sebutan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDKI). Sifat keanggotaan FSLDK terbuka, artinya setiap LDK berhak bergabung dengan FSLDK. Jaringan FSLDK sudah tersebar luas di seluruh nusantara. Mulai dari ujung Sumatra hingga Papua. Hingga kini keanggotaan FSLDK mencapai 860 LDK. Pada mulanya FSLDK hanya dihadiri tidak banyak LDK, berikut LDK yang ikut pada FSLDK pertama:
  • LDK Informatika Studi Islam STMIK Wicida Samarinda (LDK INSI)
  • Jamaah Mujahidin IKIP Yogyakarta
  • LAI Undip Semarang
  • UKKI Unsoed Purwokerto
  • UNS Solo
  • Lpisat Usakti Jakarta
  • UI Jakarta
  • BKI IPB Bogor, diwakili oleh Muhammad Al-Khatat
  • UIKA Bogor
  • Karisma Salman ITB Bandung
  • DKM Unpad Bandung, diwakili oleh Fahmy Lukman
  • UKKI Universitas Airlangga Surabaya,
  • BDM Al-Hikmah IKIP (UM) Malang
  • Jamaah Salahudin UGM, diwakili oleh Ismail Yusanto
Di tingkat nasional, kita mengenal istilah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN). FSLDKN yang terakhir diselenggarakan di Universitas Pattimura Ambon, Maluku pada bulan Juli 2010. FSLDKN bertujuan untuk membahas peran LDK dalam sekup nasional dan Internasional(FSLDKN mencanangkan Go-Internasional pada tahun 2014) serta memilih PUSKOMNAS (Pusat Komunikasi Nasional) FSLDK. Sedangkan di tingkat daerah, ada juga istilah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah(FSLDKD) yang bertujuan untuk menterjemahkan hasil FSLDKN, membahas peran LDK di tingkat daerah, dan memilih PUSKOMDA (Pusat Komunikasi Daerah) FSLDK. Hingga saat ini agenda FSLDK semakin beragam, seperti pendampingan LDK, training manajemen LDK, Simposium Internasional, penyikapan isu bencana, gerakan moral, dan sebagainya.























Lembaga Dakwah Kampus = Perhimpunan Akhlak Mulia

Mungkin ada sebahagian kita yang lupa bahwa lembaga dakwah kampus yang biasa kita singkat dengan LDK, bukanlah hanya lembaga tempat kita belajar ilmu agama saja, bukan hanya tempat kita menambah pemhaman agama saja, tetapi LDK juga merupakan tempat kita memperbaiki akhlak kita yang buruk menjadi akhlak yang mulia, maka tak pelak jika LDK juga disebut sebagai Perhimpunan Akhlak Mulia karena semua pengurus dan anggotanya dituntut untuk berakhlak mulia.
Hal yang paling membuat dakwah bisa diterima banyak orang adalah kemulian akhlak da’inya, bukan kehebatan dalam beribadah. Toh, ada banyak orang yang hebat dan kuat dalam beribadah tapi membuat orang takut mendekat kepadanya, dikarenakan akhlaknya yang kurang bagus, suka memfonis orang, tidak berhikmah dalam menasehati dan sebagainya. Tapi jika seorang kader dakwah yang bagus akhlaknya tidak pula rajin beribadah, tentu ini juga salah, karena LDK tempat kita belajar menjalankan keislaman kita secara syumul (sempurna/menyeluruh) bukan dikatomis.
Jadi bumbu dasar yang diajarkan oleh Rasulullah saw agar dakwah ini menjadi besar, berkembang pesat dan pengaruh adalah akhlak yang mulia. Dan tidaklah tegak Islam ini kecuali dengan akhlak yang mulia. Dan Rasulullah saw adalah yang paling bagus akhlaknya diantara umat manusia. Karena akhlak Rasulullah sendiri adalah Al-Qur’an sebagaimana yang disampaikan Ibunda Aisyah ra. kepada kita.
Wahai aktivis dakwah, mari senantiasa memperbagus akhlak agar kita bias menjadi manusia yang selalu dalam lindungan Allah SWT.



BAB III
PENUTUP

III.1 KESIMPULAN

Untuk mencapai tujuan di atas, ada beberapa sasaran antara yang harus dicapai terlebih dahulu. Sasaran tersebut antara lain :

1. Terbentuknya biĆ¢€™ah (lingkungan) yang kondusif bagi kehidupan Islami di kampus, baik dalam sisi moral, intelektual, maupun tanggungjawab sosial. Kita tahu bahwa kampus adalah lingkungan yang heterogen. Ketika berinteraksi di dalamnya, maka butuh kekuatan untuk menjaga idealisme dengan tetap memperhatikan realitas. Hal ini berarti dakwah kampus memerlukan sebuah lingkungan kecil yang senantiasa dapat terus men-charge ruhiyah para ADK di tengah-tengah aktivitasnya di kampus. Sarana untuk itu adalah tarbiyah yang berkesinambungan untuk para ADK dan yang didakwahkannya.

2. Terbentuknya opini ketinggian Islam di kalangan kampus. Oleh karena itu syiar dalam mengkampanyekan kemuliaan Islam harus terus dilakukan secara rutin. Sarana-sarana syiar untuk ini cukup banyak, misalnya majalah, perpustakaan, peringatan hari besar Islam, tabligh akbar, dan sebagainya. Barangkali bisa kita diskusikan mengenai hal ini dalam kajian tersendiri.

3. Terbentuknya kesinambungan barisan pendukung dakwah. Untuk itu, tarbiyah yang berkesinambungan di setiap angkatan mahasiswa harus dipastikan berjalan. Ini membutuhkan sebuah lajnah yang dapat mengawasi itu dalam jangka panjang.

4. Terbentuknya hubungan timbal balik yang sinergis antara dakwah ammah dengan pengkaderan. Artinya, semua rekrutmen-rekrutmen dakwah diupayakan dapat dilanjutkan dengan proses dakwah secara khusus terhadap orang-orang yang direkrut tersebut.

Demikian kajian singkat mengenai definisi dasar dan tujuan dakwah kampus. Semoga dapat menjaga orisinalitas dakwah kampus di tengah-tengah proses perubahan yang semakin cepat.



III.2 SARAN

Sangat diperlukan sekali jiwa keislaman pada setiap pribadi manusia. Jiwa keislaman itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan yaitu dengan lembaga dakwah kampus.

Jika saja disetiap kampus mempunyai lembaga dakwah maka insyaAllah akan terciptanya seorang mahasiswa yang bernafaskan islam dan siap untuk menjalankan konsep-konsep dasar dalam islam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar